Mendalami Hakekat Makna kata “MERDEKA”

Tepat sehari setelah HUT RI yang ke-80, saya baru bisa hadir didepan computer dengan niat untuk menulis, membedah dan mulai mengurai poin-poin penting dari seuah kata “MERDEKA”.

Pertama :
Mari kita tinjau arti kata Merdeka secara Etymology / Bahasa

Merdeka adalah ; Bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya), berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, dan tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu.

Kedua :
Mari kita tinjau arti kata merdeka secara Hakekat / Makna
Merdeka adalah ; Terbebasnya jiwa dari penjajahan keinginan dan masalah hidup. 

Tentang Keinginan Hidup

Bahwa tidak semua keinginan kita terwujud. Tetapi secara realita semua kebutuhan hidup kita, Tuhan pasti akan memenuhinya. Inilah bentuk tanggungjawab Tuhan atas asmaNya, yakni ; Kholik / pencipta ; Dzat yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. 

Pertanyaannya adalah ;
Bagaimana agar kita bisa melepaskan diri dari penjajahan keinginan?

Salah satu penyanyi legendaris Indonesia yakni ; Bung Iwan Fals, pernah menulis syair dalam lagunya, bahwa ; “Keinginan adalah sumber penderitaan…” so, jika kita tidak ingin menderita dalam hidup, pastikan kurangi keinginan demi keinginan, sedikit demi sedikit. Dan mulailah menerima realita hidup, setahap demi setahap. 

Mengapa belajar menerima realita hidup ini penting?

Sebab salah satu sifat Tuhan yang pertama adalah ; Wujud. Wujud artinya ; Allah itu ada dengan sendirinya. Keberadaan Allah tidak bergantung pada apapun dan tidak bisa dihilangkan oleh apapun. Sifat wujud ini menunjukkan bahwa Allah ada sebagai dzat yang berdiri sendiri, bukan karena diciptakan atau ada yang menciptakan-Nya. 

Persis sama halnya dengan realita/kenyataan. Sekalipun sebuah kenyataan sering erat dengan hukum sebab akibat. Realita itu nyata dan otentik. Berani menerima realita hidup, sejatinya ia sedang menerima realita keberadaan Tuhan, sebagaimana sifat Tuhan yang pertama yakni ; wujud. 

Semakin kita belajar untuk bisa menerima realita hidup/kenyataan, secara otomatis beban penderitaan ini terkurangi dengan sendirinya. Dada ini mulai terasa longgar alias tidak terasa sesak lagi. Inilah yang sering kita sebut dengan pintu KESADARAN. 

Melawan realitas atau semakin melawan realita hidup sama dengan mempertahankan dan memperjuangkan ego. Hasilnya pasti semakin menderita. Dan penderitaan yang tak berkesudahan karena melawan realita hidup itulah yang disebut NAR/neraka (menjauh). Menjauh dari realita hidup juga sama dengan menjauhi realita keberadaan Tuhan. 

Tentang Masalah Hidup

Segala sesuatu yang berada diluar diri kita sejatinya semua NETRAL. Yang menjadikan ia negatif (masalah) atau positif (anugrah) adalah respon kita. Persoalannya adalah ketika sesuatu itu hadir dan mendistraksi diri kita, kita lebih memilih REAKTIF ketimbang RESPONSIF. Inilah salah satu problem besar masyarakat kita pada saat ini. 

Share this content:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *